Warga Hampalit dan Banut Kalanaman Mulai Diserang DBD

Iskandar/BS- Asmawi

KASONGAN – Memasuki musim penghujan yang tengah berlangsung belakangan ini membuat masyarakat harus lebih waspada terhadap kesehatan serta perlunya menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Pasalnya diketahui dua warga dari dua desa di Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan sudah diserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Hal ini diakui Kepala Puskesmas Hampalit, Kecamatan Katingan Hilir, Asmawi di ruang kerjanya. Ia mengakui adanya masyarakat yang terkena penyakit DBD di daerahnya.

“Sudah ada 2 orang yang terkena demam berdarah (DBD), 1 orang dari Hampalit dan 1 orang dari Banut Kalanaman,” ucapnya saat ditemui Berita Sampit Selasa 3 Maret 2020 ditempat kerjanya.

BACA JUGA:   Ini Kasus yang Berhasil Diungkapkan Polres Katingan Sepanjang Tahun 2020

Asmawi merincikan jika dua kasus DBD tersebut terdapat pada bulan Januari sebanyak 1 penderita dan Februari 1 penderita.

“Alhamdulillah semua penderita sudah ditangani dan sudah sembuh seperti sedia kala,” ujarnya.

Penyakit yang menyebar melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut dapat berkembang melalui lingkungan yang tidak bersih.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat mewaspadai terjadinya demam berdarah, melalui pencegahan.

“Bersihkan lingkungan dengan gerakan hidup sehat melalui 3M, yaitu menguras tempat-tempat penampungan air secara rutin, menutup tempat penampungan air dan mengubur barang bekas melalui daur ulang”, tambahnya

BACA JUGA:   92 Narapidana Lapas Narkotika Kelas II A Kasongan, Hanya 81 Orang Gunakan Hak Pilihnya

Pihaknya juga melanjutkan, jika ada masyarakat ataupun keluarga yg terkena demam berdarah secepatnya dilakukan antisipasi awal.

“Kalau ada keluarga yang terkena DBD sebaiknya langsung dibawa ke puskesmas terdekat,” ucapnya

Sementara itu berdasarkan data di dua tahun ini, sejak 2018 dan 2019 akibat penyakit DBD telah menyebabkan satu orang meninggal.

(Isk beritasampit.co.id)