Wujudkan Keinginan Gubernur, Dishut Kalteng Siap Manfaatkan Hutan Mangrove di Desa Ujung Pandaran

PENINJAUAN : ARIFIN/BERITA SAMPIT - Sekretaris Dinas Kehutanan Kalteng, Achmad Syaifudi (tengah) saat meninjau hutan mangrove di Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit.

SAMPIT – Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyatakan siap mewujudkan keinginan Gubernur melalui program 2020. Program itu mengenai pemanfaatan hutan sebanyak-banyaknya untuk masyarakat. Salah satunya, pemanfaatan hutan mangrove.

Tahun ini, sasaran program tersebut jatuhnya di Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Alasannya, di desa tersebut terdapat hutan mangrove (bakau) yang begitu luas.

Kepala Dishut Kalteng melalui Sekretaris Achmad Syaifudi mengatakan, melalui program tahun ini Dinas Kehutanan akan mewujudkan keinginan Gubernur untuk pemanfaatan hutan sebanyak-banyaknya yang dampaknya nanti dirasakan masyarakat.

BACA JUGA:   Update Covid 19 di Kalteng 18 September, Berikut Datanya

“Saat ini kami masih melakukan peninjauan tahap pertama melihat langsung di lapangan, terutama hutan mangrove yang ada di Desa Ujung Pandaran,” ucapnya kepada wartawan beritasampit.co.id usai meninjau hutan mangrove di Desa Ujung Pandaran, Jumat 26 Juni 2020 sore.

Peninjauan tersebut, kata Syaifudi, tujuan utamanya untuk menyusun rencana teknis (Rantek) dan akan diimplementasikan 2021 mendatang.

“Hutan mangrove di Desa Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit sudah bagus dan sudah tersentuh oleh kegiatan yang dilakukan Kabupaten Kotim. Yang pastinya, Dishut Kalteng masih melakukan Rantek bagaimana pemanfaatan hutan mangrove untuk tahun depan,” pungkasnya.

BACA JUGA:   Polda Kalteng Bangun Zona Zero Covid-19

Sementara itu, Camat Teluk Sampit Juliansyah bersama Kepala Desa Ujung Pandaran Aswin Nur, mengapresiasi program Dishut Kalteng yang telah dirancang dalam memanfaatkan hutan mangrove menjadi yang lebih bermanfaat bagi masyarakat khususnya di Desa Ujung Pandaran.

“Kami sangat mengapresiasi program tersebut, kami harapkan mudah-mudahan tahun depan program itu bisa terealisasi,” harap Aswin Nur yang waktu itu ikut mendampingi meninjau lokasi hutan mangrove. (ifin/beritasampit.co.id).