MPR Ingin Pancasila Masuk Kurikulum Pendidikan Mulai Dari PAUD hingga TNI Polri

Saifullah Tamliha (kanan) dan Nabil Haroen dalam diskusi empat pilar MPR di Gedung Nusantara III, Parlemen Senayan, Senin, (13/7/2020). Foto: beritasampit.co.id/Adista Pattisahusiwa

JAKARTA— Anggota MPR RI dari fraksi PPP Saifullah Tamliha menginginkan agar Pancasila masuk ke dalam kurikulum pendidikan Indonesia untuk memantapkan kembali ideologi bangsa.

Hal itu disampaikan Tamliha saat diskusi empat pilar MPR RI yang digelar di Media Center Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, (13/7/2020).

“Saya ingin pendidikan Pancasila itu mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga perguruan tinggi,” tutur Tamliha.

Dialog dengan tema ‘Membentuk Karakter Bangsa, Pancasila Masuk Kurikulum Pendidikan’ itu dihadiri Anggota MPR RI fraksi PDI Perjuangan Nabil Haroen.

BACA JUGA:   Kehadiran Vaksin Covid-19 Penting Demi Rakyat Indonesia

“Bagi saya sungguh baik, jika para siswa-siswi kita diberikan pemahaman tentang ideologi bangsa,” imbuh Saifullah Tamliha.

Hal senada juga dikatakan Nabil yang mendukung Pancasila masuk dalam kurikulum pendidikan nasional sebagai ideologi dasar negara Indonesia.

Menurut Nabi, pancasila bukan saja diterapkan di bangku pendidikan seperti SD, SMP dan SMA, melainkan juga masuk di seluruh instansi.

BACA JUGA:   Ketahanan Pangan Nasional di Tangan Menhan Leading Sector Program Food Estate

“Termasuk Instansi TNI dan Polri,” tandas Nabil.

Nabil pun berharap semua pihak agar pendidikan Pancasila itu pelaksanaannya disusun secara matang dan terperinci sebelum masuk dalam kurikulum pendidikan nasional.

“Artinya penerapan Pancasila itu yang implementatif bukan hanya sebagai naratif atau kalimat yang bersifat narasi aja. Jadi, mari kita semua kawal Pancasila ini masuk kurikulum pendidikan agar direalisasi dengan baik,” pungkas Nabil Haroen.

(dis/beritasampit.co.id)