DPRD Mura Dorong Pengusaha UMKM Tidak Harus Modal Besar

IST/BERITA SAMPIT- Mariyanto S Pd

PURUK CAHU- Anggota DPRD Murung Raya (Mura) Mariyanto S Pd mengatakan Lemahnya perekonomian masyarakat di Kabupaten Murung Raya (Mura) belakangan ini, lantaran lemahnya harga jual sektor unggulan masyarakat seperti kumoditi karet yang menjadi pekerjaan mayoritas warga di bagian Utara Kalteng ini.

“Sehingga perlu terobosan untuk mengganti usaha agar perekonomian masyarakat tetap kuat, lebih-lebih mampu untuk menjadi mata pencaharian andalan bagi masyarakat,” Kata Politis PPP itu, Kamis 4 Agustus 2020.

Menurutnya, Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) tentu menjadi sebuah solusi untuk menjawab lemahnya ekonomi masyarakat kalangan menengah ke bawah, apalagi dengan tingginya bahan pokok tidak sebanding dengan penghasilan masyarakat kalangan menengah ke bawah yang menggantungkan pekerjaan dari kebun karet.

BACA JUGA:   Orang Tua Perlu Dukung Peningkatan SDM Anak

“Masyarakat tentu jangan beranggapan melakukan usaha mikro harus dengan modal yang besar, namun dengan modal yang kecil pun tentu bisa membuka peluang usaha untuk memenuhi kebutuhan ekonomi sehari-hari,”ungkapnya lagi.

Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan konsumen, Kata Mariyanto tidak hanya melalui investasi dengan skala besar, namun melalui UMKM juga sangat berpotensi, mengingat usaha tersebut menganut sistem ekonomi kerakyatan, sehingga dengan modal yang kecil juga bisa bergerak dan menghasilkan.

“Kita perlu berinovasi mencoba melakukan usaha kecil, UMKM tidak harus menggunakan biaya yang besar, saya kira pemerintah siap membantu melalui Dinas Perindagkop dan UMKM,” Ujarnya.

BACA JUGA:   Ketua Fraksi PKS DPRD Mura Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Disampaikan Perdie bahwa UMKM banyak digarap pada sektor pertanin, perkebunan, kerajinan dan produk lokal yang memiliki nilai ekonomi dan berkualitas, melalui pembinaan dari instansi terkait, pihaknya akan terus berupaya melahirkan masyarakat yang mandiri dalam mengembangkan usaha.

Mariyanto juga menyampaikan, bidang usaha menengah juga dapat dijadikan alternatif jalan hidup bagi masyarakat, pola pikir masyarakat akan berkembang, dan tidak lagi bergantung menjadi aperatur negara, namun juga penyedia barang dan jasa dalam skala menengah.

“Selain itu, perkembangan UMKM juga barometernya pada penciptaan peluang usaha baru, yang melahirkan lapangan kerja baru guna menekan angka pengangguran dan kemiskinan,” tandasnya.

(Lulus/beritasampit.co.id)