Ini Permintaan Gubernur Kalteng Dalam Mencegah Karhutla dan Covid-19

HARDI/BERITA SAMPIT - Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran.

PALANGKA RAYA – Sampai saat ini status nasional bencana non alam pandemi Covid-19 dan status perpanjangan ke-II tanggap darurat bencana pendemi Covid-19 di Wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) belum dicabut. Disisi lain masyarakat diharuskan menerapkan pola tatanan hidup baru yang mempersyaratkan perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas sosial secara normal dan tetap produktif di tengah pendemi Covid-19.

“Saya minta kepada Bupati dan Wali Kota se-Kalimantan Tengah agar fokus dalam mengendalikan, mengurangi risiko peyebaran dan munculnya cluster baru pandemi Covid-19, jangan sampai ada gelombang kedua yang memperlambat kita keluar dari krisis kesehatan dan pemulihan ekonomi, terutama mengurangi jumlah pasien yang terpapar positif, mengurangi jumlah yang meninggal dunia dan meningkatkan jumlah kesembuhan,” jelasnya, Senin 17 Agustus 2020.

Upaya-upaya ini akan berhasil apabila semua masyarakat disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.Sugianto mengajak, bangun kebersamaan, bergotong royong sesuai intisari Pancasila untuk mengakhiri Covid-19.

BACA JUGA:   Bupati Seruyan: Pacu Peningkatan Kompetensi ASN

Selain itu Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalteng menyatakan bahwa saat ini wilayah Kalteng memasuki musim kemarau. “Mengingat akan kondisi iklim dan lingkungan, kita sadar, bahwa untuk menghilangkan semua kejadian kebakaran merupakan pekerjaan yang sangat sulit,” kata Sugianto.

Aspek pencegahan harus dikedepankan dan menjadi fokus didalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sesuai Perda Provinsi Kalteng Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pengendalian Kebakaran Lahan yang melarang setiap orang dan/atau perusahaan melakukan kegiatan pembakaran lahan kecuali untuk hal-hal yang bersifat khusus yang berada pada lahan bukan gambut, yang dilakukan oleh petani, peladang atau pekebun.

“Kepada Bupati dan Wali Kota untuk mengoptimalkan upaya-upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan dengan meningkatkan kegiatan patroli dan sosialisasi, dan juga meningkatkan upaya pemadaman dini terhadap kejadian karhutla sehingga bencana yang terjadi pada tahun sebelumnya tidak terulang pada tahun 2020. Selain itu, juga kami minta seluruh masyarakat Kalimantan Tengah untuk berpartisipasi aktif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla,” ucapnya.

BACA JUGA:   Jaga Situasi Pilkada Tetap Kondusif, 571 Personel Polda Kalteng Patroli Skala Besar

Sugianto menerangkan, tahun 2020 ini merupakan tahun politik, dimana pada Tanggal 9 Desember 2020, akan dilaksanakan Pemilihan Kepala Daerah Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Timur. Sugianto mengimbau kepada seluruh masyarakat Kalteng untuk menggunakan hak pilih dengan sebaik-baiknya.

“Pastikan saudara-saudara terutama generasi muda dan pemilih pemula untuk berpartisipasi aktif menggunakan hak pilih dan tidak golput, karena kalian semua merupakan generasi penerus bangsa yang menentukan pembangunan Kalimantan Tengah 5 (lima) tahun kedepan,” ujar Sugianto.

Menurutnya pilihan masyarakat harus sesuai hati nurani secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. “Mari kita sukseskan Pemilukada Tahun 2020 dengan jiwa dan semangat Huma Betang,” tegasnya. (Hardi/beritasampit.co.id).