Komisi A DPRD Kobar Kunker ke Tiga Tempat di Jawa Tengah

IST/BERITA SAMPIT – Rombongan Komisi A DPRD Kobar, saat foto bersama dihalaman Gedung DPRD Kota Magelang.

PANGKALAN BUN – Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Barat melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Jawa Tengah, dalam kegiatan tersebut ada 3 tempat yang di kunjungi.

Demikian diungkapkan, anggota Komisi A DPRD Kobar Mina Irawati Ahmadi Riansyah pihaknya melakukan kunjungan kerja ke Jawa Tengah, pada hari pertama ke Kota Magelang, kemudian di lanjutkan ke daerah Sleman dan daerah Gunung Kidul.

“Di kota Magelang, kami belajar tentang Peningkatan status rumah sakit type D, dimana kami akan mendorong Pemerintah Daerah untuk segera meningkatkan status Rumah Sakit Kutaringin yang ada di Kecamatan Kotawaringin Lama dan rumah sakit Semanggang di Kecamatan Pangkalan Banteng menjadi rumah sakit type D”, kata Mina Irawati. Jumat,9 Oktober 2020

Menurut Mina, dengan adanya peningkatan status rumah sakit, maka akan dengan mudah untuk penganggaran, dalam upaya pemenuhan sarana dan prasarana rumah sakit Kutaringin. Untuk itu perlu adanya payung hukumnya terlebih dahulu.

BACA JUGA:   Bupati Kobar Beri Izin Lokasi Care Free Day Kembali Dibuka

Mina juga menambahkan, untuk di daerah Sleman, Komisi A DPRD Kobar, menggali tentang Bantuan Langsung Tunai ke Dinas Sosial Sleman. Dan ke daerah Gunung Kidul, komisi A DPRD Kobar menggali tentang sistem pembelajaran anak anak sekolah di masa Pandemi Covid-19.

“Yang kami gali di Daerah Gunung Kidul tentang sistem pembelajaran bagi anak anak yang berada di luar jangakauan telekomunikasi, sebab kita akui, di Kobar juga masih ada wilayah yang belum terjangkau jaringan internet, hal ini menjadi perhatian kami,” Ujar Mina Irawati Ahmadi Riansyah.

Sebab menurut Istri Wakil Bupati Kobar, hingga saat ini pun Pemerintah Daerah Kobar belum berani mengambil keputusan mengaktifkan kembali bidang pendidikan, mengingat masih tinggi kasus Covid-19.

BACA JUGA:   Modus Gandakan Uang 10 Kali Lipat, Tiga Korban Tertipu Rp 37 Juta

“Kami sangat mendukung, jika pemerintah daerah belum membuka kembali kegiatan belajar dan mengajar di sekolah, karena saat ini kasus Covid-19 di Kobar terus bertambah, tentunya akan sangat beresiko jika dibuka kembali kegiatan di sekolah, untuk itu kami ke Gunung Kidul, ingin mengetahui sistem pembelajaran bagi anka anak yang ada di luar jangakauan telekomunikasi, ” imbuh Mina Irawati.

Selain itu lanjut Mina Irawati, komisi A juga menggali di bidang pendidikan tentang pemberian insentif bagi guru guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), sebab dimasa Pandemi Covid-19 ini, banyak guru guru PAUD yang terpaksa banting setir, demi bertahan hidup.

(man/beritasampit.co.id).