Kandurung : Peran Aktif Warga Penting Cegah Covid-19

IST/BERITA SAMPIT - Kandurung

TAMIYANG LAYANG – Berladang bagi masyarakat Dayak adalah praktik bercocok tanam dengan kearifan lokal, para petani lokal kerap bercocok tanam padi menggunakan sistem (Mu`au/ Manugal) aktivitas ini biasanya dilakukan secara bergotong royong.

Demikian diungkapkan Camat Kecamatan Awang Kandurung, ia mengatakan Manugal ini memang dilaksanakan sekitar bulan Oktober sampai dengan Desember karena saat itu musim hujan tiba dan sudah dari jaman nenek moyang suku Dayak itu dijalankan rutin.

“Dalam tradisi khas Dayak tersebut dilakukan oleh warga di wilayah internal lingkungan didesanya secara bergotong royong tidak ada mengundang orang dari luar wilayah lain dan ini terdiri dari 20 orang kurang lebihnya”, jelas Kandurung

BACA JUGA:   Sukseskan Pilkada Kalteng, KPU Barito Timur Gelar Rapat Koordinasi Bersama Stakeholder

IST/BERITA SAMPIT – Kegiatan warga desa Hayaping Pa Ennu, tradisi khas Dayak Mu`au/ Manugal tanam padi gunung musiman setahun sekali, wajib Masker

Kecamatan awang wilayah kabupaten Bartim yang membawahi 11 desa yang sebagaian besar berada pada dataran tinggi perbukitan ini tentu warganya menjalankan tradisi khas Dayak Manugal rutin setiap tahun dilaksanakan.

“Yang pasti seluruh warga harus tetap waspada bagi warganya yang aktifitas kegiatan keluar masuk dari wilayah luar kota ke desa agar tetap melaporkan dan dimonitor sehingga penyembuhan dan penyebaran Covid19 dapat ditanggulangi,” terangnya

Angka penyebaran Covid-19 di Barito Timur (Bartim) terus mengalami peningkat transmisi lokal. Transmisi lokal, dapat diartikan sebagai kasus infeksi yang terjadi antar masyarakat, hanya melibatkan masyarakat.

Keberadaan virus sudah tersebar di tengah masyarakat lokal itu sendiri, sehingga seseorang bisa terinfeksi tanpa harus bepergian ke luar wilayah atau bertemu dengan orang asing dari luar wilayahnya.

BACA JUGA:   BKPRMI Bartim Gelar Sertifikasi Ustaz dan Ustazah

Ia mengatakan Kecamatan Awang menaungi 11 desa dan ada beberapa warga yang terpapar positif covid19 di tiga desa yaitu desa Hayaping, Bangkirayen dan Tangkan yang terpapar positif covid19.

“Asal penyebab terpapar covid19 beberapa orang warga diduga akibat tranmisi lokal. Dimana beberapa waktu lalu adanya acara pernikahan dan kematian yang mana pihak dari keluarga jauh datang dari wilayah kota lain berkumpul dan berkerumunan mengikuti acara tersebut,” jelas Kandurung.

(Udek/Beritasampit.co.id)