Kabar Duka, Tenaga Medis di Kobar Meninggal Dunia Terkonfirmasi Covid-19

IST/BERITA SAMPIT : Tim petugas dari Polres Kobar saat mengawal jenazah, dari RSSI Pangkalan Bun sampai kelokasi pemakaman.

PANGKALAN BUN – Kabar duka kembali menyelimuti dunia medis, pasalnya seorang tenaga kesehatan (Nakes) berinitial RW (37), bagian farmasi Puskesmas Kumai Kabupaten Kobar-Kalteng sedang hamil 6 bulan meninggal dunia karena dinyatakan terkonfirmasi Covid-19.

Kepala Puskesmas Kumai dr.Abimanyu, saat dikonfirmasi Rabu, 16 Desember 2020 membenarkan, almarhumah berinitial RW (37), bagian farmasi di Puskesmas Kumai, warga Jalan Pancasila RT 15, Kelurahan Madurejo, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Pangkalan Bun, meninggal pada Senin, 14 Desember 2020.

“Almarhumah meninggal sedang keadaan hamil 6 bulan, setelah dirawat selama satu hari di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun meninggal dunia”,kata dr.Abimanyu.

BACA JUGA:   HUT PDIP Ke 48, PDIP Kobar Serentak Tanam 48.000 Bibit Pohon Lokal Kalimantan

Terpisah Harun Nurrufiq suami almarhumah, saat dihubungi mengatakan kronologis meninggal istrinya yang terpapar Covid-19,sangat mengejutkan semua keluarganya.

“Dan yang lebih terkejut lagi saya sendiri, karena sebelumnya saya yang terkonfirmasi covid-19, dua hari kemudian pada 2 Desember 2020 juga istri saya sama terkonfirmasi covid-19”,kaya Harun.

Kemudian lanjut Harun, setelah dinyatakan terkonfirmasi dirinya dan istrinya diisolasi dirumah karena ruangan isolasi di RSU Sultan Imanuddin penuh.

BACA JUGA:   Polres Kobar Siap Hadapi Pilkada Kalteng

Setelah beberapa hari dirawal dirumah, pada Minggu,13 Desember 2020 istri dibawa ke ICU RSUD Sultan Imanuddin lantaran penyakit bawaanya yakni asma ringan kambuh dan mulai kesulitan bernapas.

“Belum sampai 24 jam istri saya di ruang ICU dirawat pada Senin,14 Desember 2020, sekitar pukul 19.00 WIB, istri saya dinyatakan meninggal. Selasa dini hari langsung dimakamkan dengan prokes COVID-19 di TPU Samari Baru,” ungkap Harun Nurrufiq.

(man/beritasampit.co.od).