Cegah Pungli, Begini cara Kantor Imigrasi Sampit Berikan Pelayanan ke Masyarakat

POTONG : IM/BERITASAMPIT - Kapala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sampit, Bugie Kurniawan saat melakukan pemotongan pita launching maskot Sang Karsa.

SAMPIT – Sebagai bentuk pelayanan yang maksimal kepada masyarakat yang akan berurusan berkaitan dengan paspor dan lainnya. Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), melakukan launching maskot pelayanan.

“Alhamdulillah, untuk hari ini Kamis 25 Februari 2021 kami di Imigrasi Kelas II TPI Sampit telah melakukan launching maskot pelayanan. Maskot ini bernama Sang Karsa,” kata Kepala Kantor Imigrasi Sampit, Bugie Kurniawan, di Sampit.

Dijelaskan Bugis, maskot Sang Karsa ini merupakan kependekan dari nama Kantor Imigrasi Sampit. Maskot ini mengangkat gambar berbentuk kepala kucing merah khas Kalimantan. Maskot Sang Karsa mengusung semangat untuk terus meningkatkan kinerja.

Selain itu, berkaitan dengan sosialisasi akan ditingkatkan oleh pihaknya, agar masyarakat mengetahui bahwa Kantor Imigrasi Sampit sedang berubah dan melakukan reformasi birokrasi untuk meningkatkan dan mencegah korupsi.

BACA JUGA:   Akan Pensiun, Lurah Baamang Barat Realisasikan Pembangunan Aula

Reformasi ini dibuktikan dengan berbagai upaya yang dilakukan yaitu kampanye publik melalui spanduk dan lainnya, membuat kanal pengaduan, menjalankan seluruh janji seperti kepastian waktu dan biaya pelayanan, serta standar dan operasi pembuatan paspor dan pelayanan izin tinggal.

Pihak imigrasi juga telah menerapkan aplikasi antrean berbasis teknologi informasi serta ruang pelayanan dibuat transparan sehingga masyarakat bisa melihat kinerja pegawai serta mencegah potensi peluang percaloan.

“Saat pelayanan berjalan, hanya pemohon yang masuk ke dalam ruangan, sedangkan pengantar dipersilakan menunggu di ruang yang telah disiapkan. Ini juga mengacu pada protokol kesehatan pencegahan virus Covid-19,” papar Bugie.

BACA JUGA:   Sambut Tahun Baru Islam, Warga Desa Rawa Sari Gelar Tolak Bala

Langkah itu menurut Bugie Kurniawan yang sebelumnya dua tahun memimpin Imigrasi di Manokwari itu dinilai efektif mencegah percaloan dan pungli. Evaluasi dilakukan secara rutin untuk memastikan semua berjalan dengan baik.

“Untuk pembayaran PNBP pembuatan paspor juga langsung di bank atau kantor pos. Tidak ada di Imigrasi. Pengambilan paspor disiapkan melalui program SAPA atau silakan ambil paspor anda. Ini mengoptimalkan inovasi berbasis IT sehingga warga sudah tahu kapan selesai. Paspor selesai pada tiga hari kerja setelah pembayaran selesai,” demikian Bugie.

(im/beritasampit.co.id).