Warga Minta Perbaikan Jalan Rusak dan Berlubang Masuk Program 100 Hari Bupati Kotim

JALAN BERLUBANG : IST/BERITA SAMPIT - Beginilah keadaan Jalan HM Arsyad, Sampit. Rusak parah. Sedang di beberapa ruas jalan lainnya banyak yang berlubang.

SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) terpilih, Halikinnor, diminta untuk memasukkan perbaikkan infrastruktur jalan rusak dan berlubang yang tersebar hampir di semua jalan protokol di kota Sampit ke dalam Program 100 hari pertama masa jabatannya.

“Saat ini yang menjadi masalah adalah banyaknya jalan rusak dan berlubang dan ini sangat mendesak. Sebab banyak sudah yang celaka karena rusaknya jalan ini karena tak kunjung diperbaiki dan terkesan diabaikan,” ucap Kholik.

“Kalau tidak dibuat baru minimal diperbaiki dengan ditambal. Ini seharusnya cepat ditangani agar masyarakat aman dan nyaman dalam melakukan aktivitas,” imbuh warga yang tinggal di kecamatan Mentawa Baru Ketapang ini, Kamis 25 Februari 2021.

Diterangkan pria yang kesehariannya sebagai pekerja di salah satu perusahan swasta ini, hampir setiap hari terlebih saat hujan deras dirinya harus ekstra hati-hati saat melintasi jalan menuju tempat kerjanya.

BACA JUGA:   Masjid Kota Madinatul Al Mubaraqah Sampit Distribusikan 800 Lebih Paket Daging Hewan Kurban

Senada disampaikan, Ifan, warga Jalan Ki Hajar Dewantara, Baamang, Sampit. Mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di kota Sampit ini menuturkan, jalan rusak di kota Sampit sudah pada taraf memprihatinkan.

Bukan hanya Jalan HM Arsyad dan Jalan Sudirman, jalan rusak dan berlubang cukup besar banyak terlihat di sepanjang Jalan Panjaitan, Jalan Pelita dan Jalan Kapten Moelyono dan jalan lainnya. Bahkan di beberapa jalan di kecamatan Baamang.

“Ngeri melihatnya. Cukup banyak dan lubangnya juga dalam. Ini sangat berbahaya, khususnya bagi pengguna kendaraan roda dua. Bukan saja warga Sampit, tapi juga warga dari luar kota yang tidak mengetahui kondisi jalan kebetulan melintas di jalan itu. Apalagi pada malam hari dan turun hujan, kalau tidak hati-hati akibatnya terperosok bahkan jatuh dari sepeda motor,” tukasnya.

BACA JUGA:   NU dan Tokoh Agama Dukung Wabup Kotim Berantas Miras

Dirinya menyayangkan kondisi jalan terkesan lambat di respon, baik oleh pemerintah kabupaten, khususnya dinas terkait. Padahal situasi Ini sudah cukup lama.

Disisi lain rusaknya jalan disebabkan banyaknya kendaraan berat yang melintas masuk ke jalan dalam kota.

“Harusnya pemerintah tegas dalam hal ini. Kalau memang mobil dengan tonase besar di larang, jalan khusus kendaraan besar mendapat perhatian pemerintah. Akibatnya sekarang banyak truk masuk kota. Demikian juga beberapa jalan di dalam kota yang rusak dan berlubang. Semoga ini dijadikan salah satu prioritas 100 hari kerja Bupati Kotim setelah dilantik nantinya,” harapnya.

(jun/beritasampit.co.id)