dr Siti Nadia Ingatkan Modal Ini Sebelum Divaksin Covid-19

Istimewa /Juru Bicara (Jubir) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr.Siti Nadia Tarmizi.

JAKARTA – Juru Bicara ( Jubir ) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr.Siti Nadia Tarmizi, mengatakan puluhan wartawan setelah divaksin mengalami gejala pusing kliyengan dan mual-mual hingga pingsan.

Hal ini terjadi, pada pelaksanaan vaksinasi hari kedua lima wartawan mengalami pusing, mual-mual hingga pingsan usai diberi vaksin Covid-19. Lima wartawan tersebut setelah diobservasi sudah kembali sehat.

“Kemudian langsung gerak cepat dan mereka dibawa ke RS untuk diobservasi. Dan penyebab wartawan pingsan antara lain banyak wartawan tidak sarapan layak. Keinginan cepat datang dan cepat selesai membuat banyak wartawan tidak sarapan dengan baik. Jenis sarapannya juga tidak bergizi dan ini juga sangat berpengaruh ke kondisi tubuh, terutama rendahnya gula darah. Jadi harus sarapan dan makan-makanan bergizi,” kata dr Siti Nadia Tarmizi.

Siti menambahkan, kebanyakan dari wartawan yang terkapar ketika diinfus di rumah sakit beberapa jam kemudian langsung pulih.

BACA JUGA:   Terima Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah, Bamsoet Bersedia Menjadi Saksi Nikah

“Jadi, mohon kepada rekan-rekan wartawan diusahakan sebelumnya harus sarapan pagi yang benar ketika mau divaksin,” tegasnya.

Penyebab lainnya, lanjut dia, banyak wartawan ketakutan dan cemas saat mengantre. Hal ini juga memperparah kondisi tubuh seseorang.

“Dengan beban psikologis yang berat membuat sistem kekebalan tubuh menurun. Sementara kandungan SInovac vaksin Covid-19 mengharuskan untuk kita siap dari sisi tersebut,” terang Siti.

Hal ini selaras dengan data KIPI 64 persen peserta vaksinasi stres dan membuat mereka merasakan efek samping.

“Jadi, sarannya adalah tetap kalem dan tetap positif saat proses tersebut ya. Kalaupun ada efek, 1-2 hari ini masih dirasakan, seperti sedikit panas tubuh meningkat dan mengantuk,” ungkap dr.Siti Nadia Tarmizi.

BACA JUGA:   Gus Jazil Minta Anies Baswedan Berikan Perhatian ke NU DKI

Berdasarkan data yang dihimpun Kominfo dari Organisasi Wartawan, Dewan Pers dan PWI, jumlah sasaran vaksinasi bagi jurnalis ditargetkan sebanyak 5.512 peserta dengan waktu pelaksanaan selama 3 hari, mulai tanggal 24-26 Februari 2021.

Kegiatan hari pertama, dihadiri Presiden Joko Widodo bersama Menkes Budi Gunadi Sadikin, Menkominfo Jhony G. Plate dan Ketua Dewan Pers Indonesia Muhammad Nuh meninjau secara langsung kegiatan vaksinasi sembari berbincang dengan petugas maupun peserta vaksinasi.

Presiden mengatakan kegiatan serupa bisa segera diimplementasikan di daerah lain. Sebab, dengan segala mobilitas dan interaksi yang dilakukan, mereka sangat rentan terpapar COVID-19.

“Kita berharap ini akan berjalan di provinsi lain sehingga seluruh insan pers di tanah air segera mendapatkan vaksinasi,” ujar Presiden.

(man/beritasampit.co.id).