Wabup Katingan: Karhutla Harus Segera Diantisipasi Bersama-Sama

CEK ALAT : IST/BERITA SAMPIT - Wakil Bupati Katingan Sunardi N.T Litang, saat cek sarana dan prasarana peralatan Penangangan Karhutla usai apel kesiapsiagaan menghadapi Karhutla, di halaman Kantor Bupati Katingan.

KASONGAN – Berdasarkan informasi prediksi cuaca dari BMKG, bahwa secara umum Kabupaten Katingan, akan masuk musim kemarau pada bulan Mei. Kemudian untuk penetapan status siaga Karhutla berpedoman pada Peraturan Bupati nomor 22 tahun 2017 tentang penyelenggaraan penanganan Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan.

Wakil Bupati (Wabup) Katingan Sunardi N.T Litang, mengatakan, untuk data pantauan Hotspot tahun 2020 jumlah Hotspot di Kabupaten Katingan 920 titik bersumber dari satelit lapan, dan untuk bulan 1 Januari sampai 2 Maret 2021 berjumlah 8 titik Hotspot.

“Dengan melihat kondisi tersebut, maka potensi ancaman Karhutla sudah ada dan harus dipadamkan sedini mungkin supaya tidak meluas dan bertambah banyak dan harus segera diantisipasi oleh kita bersama,” terang Wakil Bupati Katingan Sunardi N.T Litang, saat pimpin Apel Kesiapsiagaan menghadapi Kebakaran Hutan Dan Lahan (Karhutla) sekaligus membacakan pidato Bupati Katingan Sakariyas, di halaman kantor Bupati Katingan, Kamis 4 Maret 2021.

Dalam kesempatan itu, Sunardi berharap kepada seluruh anggota Satgas dalam penangganan Darurat Bencana Karhutla yang terbentuk nantinya, sampai ke tingkat desa di Kabupaten Katingan harus bersinergi bersama seluruh stakeholder terkait dan dukungan oleh Pemerintah Pusat, secara khusus Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kementerian LingkunganĀ  Hidup dan Kehutanan, dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam melaksanakan penangganan daruratĀ  bencana Karhutla khususnya di wilayah Kabupaten Katingan.

BACA JUGA:   Musnahkan Sabu Seberat 120,9 Gram, Polisi Tangkap 2 Tersangka

“Kita tahu potensi ancaman Karhutla yang dihadapi tahun ke tahun memiliki ekalasi dan karakter yang berbeda-beda disebabkan kondisi lahan, cuaca dan iklim, ditambah dengan peningkatan aktivitas oknum yang tidak Bertanggung jawab masih melajukan pembakaran – pembakaran. Tetapi saya percaya kepada sinergitas kita semua, pemerintah, lembaga usaha, masyarakat dan media, tetap mewujudkan komitmen kita bersama yaitu Katingan bebas asap tahun 2021 dan mewujudkan katingan Bermartabat yakni Berbudaya, Maju, Religius, Terintegrasi, Berkesinambungan, dan Terbuka,” ungkapnya.

Dijelaskan, dalam momen apel siaga tersebut, Kabupaten Katingan siap mengerahkan pasukan, yang terdiri dari TNI, POLRI, BPBD, Brigdal KPH, Manggala Agni, MPA, TAGANA, Brigdal Karhutla Taman Nasional Sebangau, Taman Nasional Bukit Baka dan Bukit Raya, KPHP Katingan Hilir, KPHP Katingan Hulu, Perusahaan Swasta, Satgas Kebencanaan Desa/Kelurahan.

BACA JUGA:   Bupati Katingan Minta Pramuka Jadi Pelopor Taat Prokotol Covid-19

Kemudian, selain kesiapan dari Sumber Daya Personel, Peralatan dan Penganggaran. Wakil Bupati Sunardi N.T Litang, menyampaikan arahan, salah satunya mengutamakan upaya pencegahan dini melalui deteksi dini (Pemetaan daerah rawan Karhutla dan pemetaan daerah Peladang/petani), monitoring areal rawan Hotspot dan titik api, pemantauan kondisi harian di lapangan. Lalu, Memonitoring dan pengawasan harus sampai bawah, libatkan Babinsa Bhabinkamtibmas, Kepala Desa, Satgas Kebencanaan di Desa dalam penanganan Karhutla.

Perlu diketahui, turut hadir pada Apel Kesiapsiagaan menghadapi Karhutla, yaitu Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Katingan, Penjabat Sekda Katingan, Kepala Instansi Vertikal Kementerian/Lembaga, Kepala SOPD, Anggota Satgas Penanganan Darurat Bencana Karhutla, Personil Satgas Gabungan Pencegahan dan Pemadaman Karhutla, Pimpinan Lembaga Non Pemerintah, Perusahaan Swasta, Perkebunan, Kehutanan dan Tambang, serta tamu undangan yang hadir. (Annas/beritasampit.co.id).