Disdik Kotim Sebut CSR Perusahaan Sawit Minim Bantu Dunia Pendidikan

Kepala Disdik Kotim H. Suparmadi, SE, MM

SAMPIT – Bantuan sosial perusahaan perkebunan kelapa sawit melalui program Corporate Social Responsibiity (CSR) khususnya di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), terhadap dunia pendidikan dinilai masih minim.

“Kami selama ini banyak mengandalkan APBD Kotim sedangkan CSR perusahaan untuk membantu pembangunan sekolah masih sangat minim,” ucap Kepala Dinas Pendidikan Kotim Suparmadi pada saat Sosialisasi di Ruang Pertemuan SMPN 9 Sampit, Jumat 19 Maret 2021.

Ada beberapa gedung sekolah yang sudah lama berdiri dan operasional disekitar perusahaan. Akan tetapi, kata dia, banyak yang belum tersentuh pembangunan melalui program CSR tersebut.

BACA JUGA:   Pengaspalan Jalan Rusak di Kota Sampit Dikerjakan

Padahal, menurut Suparmadi, salah satu kewajiban dengan keberadaan perusahaan tidak hanya memperhatikan lingkungan yang ada disekitar bahkan, ikut andil membantu pembangunan sekolah.

“CSR mereka (perusahaan sawit) ini perlu dipertanyakan, sudah sejauhmana mereka merealisasikan bantuan sosial tersebut terutama di bidang pendidikan yang ada disekitar perusahaan,” tegas mantan Pj Sekda Kotim ini.

Dia menilai justru perusahaan bukannya menjalankan program CSR sesuai dengan amanat undang-undang nomor 40 tahun 2007 tentang perseroan terbatas, melainkan sepertinya berlomba-lomba untuk mendirikan sekolah swasta baru disekitar perusahaan.

BACA JUGA:   Desa Bapanggang Raya Prioritaskan Penanganan Covid-19 hingga 2022

“Tidak ada salahnya perusahaan ikut berpartisipasi membuka satuan pendidikan. Asalkan dengan catatan, sekolah yang sudah ada jauh sebelumnya hendaknya juga diperhatikan dan diprogramkan untuk mendapatkan bantuan, bukan sebaliknya,” ujar Suparmadi yang juga menjabat Ketua Kabupaten PGRI Kotim ini.

Untuk itu, Disdik Kotim mengimbau kepada seluruh perusahaan perkebunan kelapa sawit terutama yang terdapat sekolahan milik pemerintah hendaknya diperhatikan dengan harapan supaya pendidikan lebih bermutu.

(ifin/beritasampit.co.id)