Larangan Mudik, Warga Curi Star Mudik Hingga Jual Motor

Ilustrasi ; Kang Maman

Oleh : Maman Wihardja

Beragam komentar pasca kebijakan baru yang dikeluarkan pemerintah terkait larangan masyarakat untuk kembali ke kampung halaman atau sering disebut Mudik saat lebaran untuk menekan penyebaran COVID-19.

Walapun sudah ada larangn resmi, namun pemudik tetap nekat dan mencuri start untuk mudik. Seperti yang diungkapkan salah satu pemudik Rohim.

Ia mengatakan dirinya terpaksa terlebih dahulu mudik, lantaran 3 saudaranya terlebih dulu mudik dari Pangkalan Bun ke Pekalongan.

“Dulu saat jelang mudik lebaran 1441 Hijran tahun 2020, saya menduga bahwa lebaran1442 hijrah tahun 2021, virus corona akan menghilang. Eh malah semakin gawat, buktinya berbagai peraturan tentang harus mentaati protocol kesehatan semakin ketat dan membingungkan”, aku Rohim.

BACA JUGA:   Kobar Urutan ke 5 dari 514 Kabupaten/Kota Bersih Pungli

Hal senanda juga diungkapkan Dedi Murtejo saat berada dipelabuhan Panglima Utar Kumai (Kobar) yang akan pulang kampung ke Tegal.

Dirinya merasa, keberatan dengan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah terkait larangan Mudik. Ia juga mengakui untuk menghindari larangan tersebut dirinya terpaksa untuk lebih cepat memajukan jadwal mudiknya.

“Peraturan baru tersebut seperti ancaman bagi rakyat kecil. “Kenapa tidak ?, buktinya saya karena ingin mudik lebaran terpaksa mudik duluan, padahal lebarannya masih lama. Tahun-tahun lalu biasanya mudik 5 atau 3 hari sebelum lebaran,” keluh Dedi.

Ada lagi warga, karena mudik lebaran duluan sampai menggadaikan motornya.

“Selain dapat ngumpulkan dari sisa jualan dikebun sawit, karena mudiknya duluan, tinggalnya harus lama dikampung terpaksa saya gadai sepeda motor untuk bekal makan dikampung,” ujar Sutarjo saat nongkrong di Pelabuhan Kumai.

BACA JUGA:   Apel Siaga Karhutla di Kobar Disambut Hujan

Itulah Fenomena baru, dimasa pandemic covid-19 dan dimasa banyak peraturan yang tercurah dari hati mereka yang mudik lebaran duluan, yang benar-benar sangat memprihatinkan bagi rakyat kecil yang hidupnya pas-pasan.

Dan mari kita introfeksi kepada diri kita, bagaimana rasanya kalau kita seperti mereka ?.

Namun tentunya, semua peraturan pemerintah yang dikaitkan dengan protocol kesehatan, bukan untuk untuk mengsengsarakan rakyat melainkan, tujuannya “SATU” agar rakyat Indonesia terhindar dari Covid-19.

Penulis adalah wartawan beritasampit.co.id yang berdomisili di Kotawaringin Barat.