Kapolda Bersama Sekda Kalteng Meninjau Langsung Vaksinasi Massal Serentak

MENINJAU : IST/BERITA SAMPIT - Sekretaris Daerah Kalteng Fahrizal Fitri bersama Kapolda Kalteng Irjen Pol. Dedi Prasetyo saat peninjauan pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

PALANGKA RAYA – Kapolda Kalteng Irjen Pol. Dedi Prasetyo dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng Fahrizal Fitri meninjau pelaksanaan vaksinasi massal serentak, di Gedung Pertemuan Umum Plampang Tarung, Kantor Wali Kota Palangka Raya, Sabtu 22 Mei 2021.

Dedi Prasetyo mengatakan, vaksinasi massal diberikan kepada masyarakat berjumlah 19.294 vaksin terdiri dari 12.747 lanjut usia (Lansia), 6.507 masyarakat umum dan 40 untuk Polisi yang terbagi di 13 kabupaten dan satu kota di Kalteng. Vaksinasi massal ini diharapkan terciptanya kekebalan kelompok atau Herd Immunity dari Covid-19.

BACA JUGA:   Tak Seharusnya Beroperasi, Kecelakaan Kerja TKA di PT MPP Menuai Kritikan

“Meskipun sudah divaksin, diharapkan masyarakat tetap melakukan protokol kesehatan memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas,” kata Dedi.

Sementara itu, Fahrizal Fitri mengatakan, bahwa ia melihat kolaborasi antara Pemerintah Daerah, TNI dan Polri sangat luar biasa untuk menggerakkan seluruh Lansia untuk mengikuti vaksin. “Ini tantangan bagi kita semua bagaimana kita mensosialisasikan dan mengajak seluruh lansia melakukan vaksinasi Covid-19,” katanya.

Fahrizal mengungkap, target keseluruhan dalam pelaksanaan vaksinasi massal untuk lanjut usia di Kalteng berjumlah 19.000. Vaksin Covid-19 bertujuan untuk meningkatkan imunitas kekebalan tubuh dari pada lansia karena lansia merupakan kategori yang rentan.

BACA JUGA:   Ivo Dorong Peran PKK Cegah Stunting

“Saya berharap para lansia-lansia lainnya juga dapat mengajak para saudara atau kolega maupun tetangga, untuk bersama-sama mengikuti vaksinasi karena tujuannya adalah untuk menjaga kekebalan tubuh para lansia sendiri,” harapnya.

Kedepannya Pemerintah Provinsi Kalteng bersama TNI dan Polri akan terus melakukan upaya-upaya peningkatan vaksinasi karena secara persentase dinilai masih cukup rendah. (Hardi/beritasampit.co.id).