2,7 Juta Masyarakat Kalteng Ditarget Selesai Divaksin Akhir Juli

MAN/BERITA SAMPIT - Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran dan Kapolda Kalteng, Irjen Pol Dedi Prasetyo saat menyampaikan arahan kepada para peserta vaksinasi Covid-19.

PANGKALAN BUN – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran meminta agar semua pihak masyarakat mendukung gerakan vaksinasi Covid-19 untuk percepatan penanganan Covid-19. Apalagi, Pemerintah Pusat tidak membatasi jumlah vaksin untuk wilayah Bumi Tambun Bungai.

Hal itu disampaikan Sugianto saat memantau langsung vaksinasi massal di SMAN 1 Pangkalan Bun, Kamis 10 Juni 2021. Acara itu dihadiri Kapolda Kalteng, Danrem 102/Panju Panjung, Bupati Kobar Hj. Nurhidayah dan unsur Forkopimda Kobar, juga Kepala SMAN 1 Pangkalan Bun Ridwan.

Sugianto menyampaikan, bahwa ia sengaja turun langsung ke lapangan pantau kegiatan vaksinasi massal yang tengah di laksanakan di semua kabupaten/kota se-Kalteng. Dimana Provinsi Kalteng menargetkan hingga akhir bulan Juli 2021, 70 persen masyarakat telah vaksin.

BACA JUGA:   Tak Capai Target, Angka Vaksinasi Covid-19 Lansia di Katingan Masih 9 Persen

“Dari 2,7 juta jumlah masyarakat Kalimantan Tengah ditargetkan pada akhir bulan Juli 2021 telah menerima vaksin, dan untuk Lanjut Usia 40 persen sudah tervaksin. Target utama selain tenaga kesehatan, guru maupun pelayan publik, juga masyarakat lanjut usia, karena lanjut usia ini sangat rentan terhadap serangan virus Corona,” jelas Sugianto.

Keselamatan masyarakat Kalteng sangat penting dan menjadi prioritas, sehingga Sugianto meminta seluruh Bupati dan Wali Kota se-Kalteng untuk terus gencar melakukan gerakan vaksinasi dan yang terpenting harus punya target capaian.

Pemerintah Pusat tidak membatasi kuota vaksin untuk wilayah Kalteng, berapa pun yang dibutuhkan akan diberikan. “Agar vaksin ini tidak mubazir, maka seluruh Tim Satgas Penanganan Covid-19 untuk gencar mengajak masyarakat, agar jangan takut untuk divaksin,” tutur Sugianto.

BACA JUGA:   Kemendagri Nilai Stunting di Kalteng

Sugianto mengimbau Bupati dan Wali Kota agar tidak keluar daerah selama pelaksanaan vaksinasi Covid-19, namun jika ada tugas keluar daerah diwajibkan melapor pada Gubernur.

Alasannya, karena gerakan vaksinasi ini lebih penting dari apapun, dan mengingat saat ini beberapa kabupaten di Kalteng kasus Covid-19 mengalami peningkatan, sehingga dibutuhkan keseriusan dari pimpinan daerah.

“Gerakan vaksinasi maupun gerakan protokol kesehatan ini demi keselamatan masyarakat, agar masyarakat tetap sehat, sebab tidak ada yang bisa meramal sampai kapan pandemi Covid-19 ini akan berakhir, kita semua tidak ada yang mengetahui, untuk itu masyarakat wajib menjalankan protokol kesehatan,” tegas Sugianto Sabran. (Man/beritasampit.co.id).