Penutupan Akses Bundaran Besar, Pengamat Minta Pemerintah Kaji Ulang

IST/BERITA SAMPIT – Suprayitno

PALANGKA RAYA – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro, membuat penyekatan Jalan di Bundaran Besar Kota Palangka Raya menuai pro dan kontra. Pasalnya penutupan akses Jalan tersebut menjadi bahan pembicaraan di tengah masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Kebijakan Publik Universitas Palangka Raya (UPR), Suprayitno menyampaikan, sebelum dirinya berbicara tepat atau tidak tepat, bahwa penyekatan tersebut menjadi pro dan kontra di masyarakat. Kenapa hal tersebut terjadi ? Hal ini karena belum ada penjelasan secara komprehensif kenapa Bundaran besar ditutup.

“Apa korelasi antara penyebaran covid-19 dengan penutupan Bundaran besar, itu semua harus ada penjelasan dari Kepolisian maupun satgas Covid-19. Sehingga tidak menjadi bola liar di masyarakat, penjelasan tersebut penting supaya antara masyarakat dan penanggung jawab dalam penyekatan memiliki pemahaman dan sudut pandang yang sama,” terang Suprayitno. Rabu, 14 Juli 2021.

BACA JUGA:   Dewan Dorong Pembentukan Tim Khusus Pengawasan Ilegel Fishing

Dengan adanya penyekatan Bundaran Besar tersebut, banyak masyarakat yang mengambil jalan pintas, sehingga dapat menimbulkan kerumunan masyarakat.

“Nah dengan adanya fenomena tersebut. Maka saya sarankan penyekatan itu dikaji ulang, melihat banyaknya dampak yang ditimbulkan akibat penutupan sementara, saya mengharapkan adanya penjelasan yang komprehensif kepada pihak terkait, apa korelasi tingginya Covid-19 dan penyekatan Bundaran Besar,” terangnya.

Pria yang disapa Yitno ini menjelaskan terkait langkah yang diambil tersebut, tentunya hal itu harus mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak. Kebijakan tidak bisa diambil secara sepihak, sehingga ada pihak-pihak yang merasa dirugikan. Selain itu, kebijakan juga harus disosialisasikan dengan baik, apa latar belakang diambil, kenapa harus diambil dan sebagainya.

BACA JUGA:   Menjaga Ketahanan Ekonomi Keluarga Selama Pandemi Sangat Diperlukan

“Karena memang, banyak beredar tanggapan masyarakat, bahkan berujung ke informasi-informasi yang menyesatkan. Maka sebagai bagian dari meminimalisir hal tersebut, sudah seyogyanya ada tanggapan dan penjelasan, kenapa Bundaran Besar ditutup. Apa korelasinya dengan penyebaran covid-19 di Kalteng maupun Palangka Raya, kita semua menunggu alasan itu supaya masyarakat paham dan menerima informasi secara utuh,” tutup Suprayitno.

(M.Slh/Beritasampit.co.id)