Unik, Pelatihan Pengembangan Wisata Desa Dipersawahan Rawa Sari

PEMBUKAAN : ARIFIN/BERITA SAMPIT - Perwakilan Bupati Kotim saat membuka pelatihan pengembangan desa wisata dipersawahan Desa Rawa Saei, Kecamatan Pulau Hanaut, Kotim, Kalteng.

SAMPIT – Sebagai desa yang sebagian besar warganya berprofesi petani padi. Hal itulah menjadi alasan Pemerintah Desa Rawa Sari, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), mengadakan pelatihan pengembangan wisata desa memilih lokasi dipersawahan.

Menariknya, pelatihan itu dihadiri Bupati Kotim diwakilkan Asisten I Setda Kotim H Sutimin, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kotim Hj Alfisah, Plt Camat Pulau Hanaut Sufiansyah, Kapolsek Pulau Hanaut Iptu Ahmad Sobari, Danpos Ramil 1015-06/mentaya hilir, pendamping desa, narasumber dari DPMD Kotim dan 14 kepala desa.

BACA JUGA:   Polemik Koperasi PHL Kembali Mencuat, Kades Jatiwaringin Hanya Minta Kepastian Hukum

Asisten I Setda Kotim Sutimin mengaku kaget karena kegiatan dilakukan dipersawahan bukan seperti pada umumnya di balai desa.

“Terus terang, saya merasa kaget, saya kira kegiatan dipusatkan di balai desa ternyata dipersawahan,” ucapnya pada saat memberikan sambutan pada Pelatihan dalam rangka pemberdayaan masyarakat dalam peran SDGs terhadap pengembangan desa wisata di persawahan Desa Rawa Sari, Kecamatan Pulau Hanaut, Senin 26 Juli 2021.

Sementara itu, Pelaksana tugas Camat Pulau Hanaut Sufiansyah melaporkan bahwa ada tiga desa yang bisa dikembangkan sebagai wisata desa.

“Wisata desa itu ada di Rawa Sari yakni hutan sengon, Desa Babaung wisata religi dan Satiruk di Dusun Cemeti sebagai wisata pantai laut,” ujar Sufiansyah.

BACA JUGA:   Lanting Warga Desa Ditabrak Kapal, Polisi: Saat Itu Hujan Deras dan Angin Kencang

Pemateri dari DPMD Kotim melalui Penggerak Swadaya Masyarakat Desa H Eddy Mashami menitikberatkan pengembangan desa wisata hanya ada 2 yakni, potensi secara alam dan potensi buatan.

“Patut disyukuri bagi desa yang sudah dianugerahi potensi alam yang bisa dikembangkan untuk wisata desa. Bagi desa yang belum ada potensinya, jangan menyerah tapi digali apa saja potensi yang bisa dikembangkan,” saran mantan Camat Pulau Hanaut ini.

(ifin/beritasampit.co.id)