Polisi Kejar Pelaku Pembakaran Kamp Karyawan di Lamandau

IST : Terlihat situasi kebakaran dicamb desa Suja dan Bakonsu. Selasa (3/8) sekitar pukul 11:30 Wib lalu.

NANGA BULIK – Sekelompok orang tak dikenal diduga sengaja membakar kamp karyawan kebun Desa Suja dan Bakonsu pada Selasa 03 Agustus 2021 sekira pukul 11:30 Wib lalu.

Tak hanya hanya membakar kamp, mereka juga diduga melakukan penganiayaan kepada karyawan koperasi yang mengelola kebun desa. Sontak, kejadian itupun membuat geger warga Kabupaten Lamandau.

Saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Kapolres Lamandau, AKBP Arif Budi Purnomo, membenarkan kejadian dugaan pembakaran tersebut.

“Kita mendapat laporan terkait tindak pidana pengrusakan dan juga penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok orang di area kamp koperasi Sekobat Jaya Mandiri di Desa Suja,” ungkapnya, Kamis 5 Agustus 2021.

Dalam laporan itu, ia mengatakan, sekelompok orang melakukan pengusiran dan pemukulan terhadap karyawan koperasi. Bahkan, sempat melakukan pembakaran kamp.

BACA JUGA:   Polres Kotim Musnahkan Sabu-Sabu Senilai 28 juta

“Menindaklanjuti laporan yang masuk tersebut, Kita telah melakukan penyelidikan dan pemeriksaan kepada beberapa saksi,” ujarnya.

Kapolres menjelaskan bahwa menurut keterangan pelapor yang menjadi korban pemukulan, pada hari kejadian, disebutkan ada sekelompok orang berjumlah sekitar 20 sampai 30 orang tiba-tiba datang dan melakukan tindakan anarkis di lokasi kamp hingga melakukan pembakaran.

“Kasus ini masih dalam proses penyelidikan, dugaan sementara kasus yang disangkakan adalah pengancaman, pengrusakan dan penganiayaan. Kita terus lakukan penyelidikan hingga nanti ditemukan motifnya,” bebernya.

Terpisah, Bupati Lamandau H Hendra Lesmana saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp menyampaikan bahwa dirinya mengecam terhadap aksi anarkis dan premanisme yang dapat mengganggu ketrentaman masyarakat Kabupaten Lamandau.

BACA JUGA:   Simpan 4 Paket Sabu, Seorang Wanita Terancam 20 Tahun Penjara

“Tindak tegas pelaku, dan tetap jaga ketenangan Bumi Bahaum Bakuba,” ungkapnya.

Bupati Lamandau Hendra Lesmana yang juga ketua DAD Kabupaten Lamandau itu mengajak semua pihak untuk dapat menyelesaikan setiap permasalahan dengan mengedepankan musyawarah dan tetap menjaga persatuan dan kesatuan serta kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat.

Pada Kamis (5/8) siang tadi, sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) Dayak di Kabupaten Lamandau, mulai dari Batamad, Gerdayak, Fordayak dan Prajah Montanoi mendatangi Mapolres Lamandau untuk memberikan dukungan kepada pihak kepolisian untuk bisa mengusut tuntas segala tindakan pelanggaran hukum (kasus pengrusakan dan penganiayaan di desa Suja dan Bakonsu).

(Andre/beritasampit.co.id)