Barsel Canangkan Tiga Desa Menjadi Destinasi Wisata

IST/BERITA SAMPIT : Kadis Poraparbud Barsel, Dr. Manat Simanjuntak M.Pd.

BUNTOK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Selatan (Barsel) melalui Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) setempat mencanangkan, tiga desa yang ada diwilayah tersebut sebagai destinasi wisata.

Adapun ketiga desa tersebut yakni, Desa Sanggu di Kecamatan Dusun Selatan (Dusel) sebagai desa wisata buatan atau kreatif, Desa Kalahien Kecamatan Dusel sebagai desa wisata budaya peninggalan leluhur dan Desa Bintang Ara di Kecamatan Gunung Bintang Awai (GBA) sebagai wisata alam.

“Hal tersebut dimaksud, untuk menarik pengunjung baik turis lokal maupun turis dari luar negeri,”kata Kadis Disporaparbud Barsel Dr. Manat Simanjuntak M.Pd kepada beritasampit.co.id saat ditemui diruang kerjanya Selasa, 31 Agustus 2021.

BACA JUGA:   Capaian Vaksinasi 70,5 Persen Barito Selatan Bertahan di Zona Hijau

Dikatakannya, pihaknya dalam dua bulan terakhir ini sudah mempersiapkan tiga desa untuk dicanangkan menjadi destinasi wisata bahkan juga telah mempersiapkan Peraturan Bupati (Perbup) dan dasar hukum untuk mengikat program ini.

Sebab, untuk daerah lain juga sedang trend mempromosikan desanya sebagai desa wisatanya masing-masing oleh karenya kita tidak ingin ketinggalan untuk memajukan desa yang berpotensi untuk dipromosikan sebagai destinasi wisata.

BACA JUGA:   Sekda Barsel Imbau ASN Lebih Kompak dan Solid Dukung Pembangunan Daerah

“Untuk memantapkan program tersebut, kita juga sudah mengadakan pertemuan dengan pihak BPMDES Kalahien, Kades Kalahien dan Bhabinkamtibmas Desa Kalahien beberapa hari lalu bertempat di Kantor Kecamatan Dusel,”Jelas Manat Simanjuntak.

Sementara itu Kades Kalahien Ekariadi S.Pi mengatakan, pihaknya mengharapkan desa kalahien dapat dijadikan destinasi wisata budaya leluhur serta bisa menonjolkan peninggalan leluhur seperti wara acara tahunan peninggalan leluhur ratusan tahun lalu.

“Selain itu juga dapat memperkenalkan tarian daerah, kerajinan tangan masyarakat lokal, baju khas daerah serta kuliner,”Pungkas Ekariadi.

(Ded/beritasampit.co.id)