Dua Desa di Kolam Terisolasi, Akses Jalan Putus dan Masyarakat Butuh Air Bersih

IST/BERITA SAMPIT - Jalan desa masuk pemukiman warga terputus akibat banjir, terpaksa Kades Rungun Gusti Mawardi pakai perahu klotok.

PANGKALAN BUN – Desa Rungun dan Desa Kondang, Kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) kini terisolasi akibat akses jalan menuju kedua desa tersebut putus karena terendam banjir. Padahal saat ini masyarakat yang terdampak banjir membutuhkan air bersih.

Kepada Desa Rungun Gusti Mawardi mengatakan, banjir yang melanda Desa Rungun sejak tanggal 21 Agustus 2021 akibat luapan DAS Lamandau. Hingga saat ini masyarakat masih tetap bertahan di rumah masing-masing.

“Jumlah kepala keluarga di Desa Rungun ada 404 dan 1500 jiwa, dari jumlah rumah yang ada, 100 rumah tenggelam, dan saat ini kebutuhan yang mendesak adalah air bersih, karena sumur milik masyarakat telah terendam banjir,” kata Gusti, Rabu, 8 September 2021.

Kata Gusti Mawardi, kebutuhan air bersih telah disampaikan kepada pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar. Berdasarkan informasi air bersih tersebut akan disuplai menggunakan tanki.

BACA JUGA:   Mendagri Apresiasi Realisasi APBD Kobar Mencapai Rp 1,274 Triliun

“Kami mendapatkan informasi, air bersih itu akan disuplai dengan tanki dan titik pengambilan air bersih tersebut sekitar 2 km dari desa kami, sementara untuk bisa ke sini (Desa Rungun) harus menggunakan kelotok, karena akses menuju desa telah terendam banjir. Kami harapkan jika bisa air bersih disuplai dalam bentuk kemasan, karena keperluannya untuk minum,” tutur Gusti Mawardi.

Sementara lanjut Gusti, akses jalan dalam desa telah terendam sedalam 20 cm, dimana konstruksi jalan desa dibangun dengan ketinggian 1,20 meter. Jika akses jalan yang ada di dalam desa telah tenggelam secara otomatis kondisi rumah masyarakat akan lebih parah.

“Sejak saya menjabat kepala desa, telah dibangun jalan yang ada di dalam desa ini, dengan menggunakan dana desa, jalan yang kami bangun menggunakan siring dengan ketinggian 1,20 meter, saat ini jalan tersebut terendam banjir juga dengan kedalaman 20 cm,” ungkap Gusti.

BACA JUGA:   Janji Bupati Kobar Merelokasi 7 Rumah Terdampak Abrasi Hampir Selesai

Sementara, Kepala Desa Kondang Hendro mengatakan, hampir 3 pakan ini Desa Kondang terendam banjir, saat ini 137 kepala keluarga atau 496 jiwa ada sebagian yang mengungsi ke rumah sanak saudara dan ada masih tetap bertahan. Sementara akses jalan ke Desa Kondang pun akibat banjir tidak bisa dilalui melalui darat, melainkan dengan kelotok.

“12 rumah tenggelam, sementara rumah warga yang lainnya rata-rata kedalaman mencapai 50 cm, banjir pun menggenangi fasilitas umum seperti sekolah dan kantor desa, masyarakat yang memilih tetap bertahan di rumah, meraka membuat panggung di dalam rumah,” ujar Hendro. (Man/beritasampit.co.id).