BNPB Akan Perbiaki 11 Jembatan yang rusak di Kobar

IST/BERITA SAMPIT : Tim BNPB saat monitoring kebeberapa jembatan yang rusak akibat banjir, didampingi dari BPBD dan Dinas PUPR Kabupaten Kobar.

PANGKALAN BUN – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Juni Gultom mengapresiasi rencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan memperbaiki 11 jembatan yang rusak akibat terjangan banjir.

“Kami sangat bersyukur karena BNPB merespon laporan yang disampaikan oleh BPBD Kobar mengenai kerusakan infrastruktur jembatan akibat terjangan banjir, meski sebelumnya dari Dinas PUPR setiap ada kejadian banjir langsung turun untuk mengatasi sementara kerusakan akses jalan dan jembatan,” kata Junni Gultom, Jumat, 10 September 2021.

Dia juga mengakui ada beberapa kecamatan yang jadi langganan banjir diantaranya Kecamatan Arut Utara, Kotawaringin Lama dan Arut Selatan. Akibatnya banyak jembatan desa yang rusak parah.

11 jembatan yang rusak diterjang banjir, lanjut Juni belum lama ini telah ditinjau tim BNPB selama tiga hari, kegiatan tersebut dilakukan untuk Verifikasi Rekonstruksi Jembatan Pasca Bencana.

BACA JUGA:   Kasus COVID-19, Bupati Kobar Usul PCR Diganti Tes Antigen Sebagai Syarat Naik Pesawat

“Dalam kegiatan Verifikasi dilapangan, tim BNPB melihat kondisi existing, serta melakukan pengukuran jembatan, fungsi strategis jembatan, rencana design dan pertanyaan umum tentang dampak bencana,” jelasnya.

Verifikasi dilanjutkan ke Jembatan Kayu Ulin Sungai Bedara yang kondisi rusak berat, Jembatan Primer I (satu) di Kumpai Batu Bawah kondisi rusak berat, Jembatan Penghubung Kumpai Batu Atas – Kumpai Batu Bawah (Jembatan Serong) kondisi rusak sedang, Jembatan Terantang 3 kondisi Rusak berat dan Jembatan Terantang 1 dengan kondisi rusak berat.

Di Kecamatan Kumai jembatan yang di tinjau, Jembatan Darmawi (yang ditolak dalam usulan sebagai bahan pertimbangan untuk disetujui), Jembatan Keraya dengan kondisi Rusak Berat dan Jembatan Sebuai kondisi rusak berat.

Di Kecamatan Pangkalan Banteng, lanjut Junni, tim meninjau jembatan kayu ulin Arga Mulya dengan kategori penilaian rusak berat, Jembatan kayu ulin Sido Mulyo 2 kondisinya rusak berat, serta jembatan Sungai Hijau 1 yang Terbuat dari Plat Cor Siklop kondisi rusak berat. Selain itu di Kecamatan Arut, tim meninjau kondisi Jembatan Sungai Deraman Desa Riam dengan kondisi rusak berat.

BACA JUGA:   Juni Gultom: Revolusi Industri 4.0 Peningkatan Kinerja Tanggap Perbaiki Infrastruktur

“ Saya berharap rencana pembangunan 11 jembatan oleh BNBP mendapat dukungan semua pihak, dan tentunya semoga berjalan dengan aman dan lancar,” harapnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Kobar Syahruni membenarkan tim dari BNPB Pusat telah turun kelapangan untuk mengecek langsung jembatan yang rusak akibat diterjang banjir.

“Langsung kelapangan untuk verifikasi kondisi jembatan. Haharapan kami semoga nanti ditahun 2022 anggaran dari BNPB segera terealisasi ke Pemkab Kobar,” kata Syahruni.

(man/beritasampit.co.id).