Bupati Kunker Ke Kapuas Hulu, Bahas Patok Perbatasan dan Kaji Banding Huma Betang

IST/BERITA SAMPIT- Bupati Mura, Perdie M. Yoseph saat menerima cendramata dari Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan

PURUK CAHU- Bupati Murung Raya (Mura) Perdie M Yoseph didampingi Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan, Sekretaris Dinas Kesehatan, Sekretaris Umum DAD melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

Kunker itu dalam rangka membahas dua hal, yakni yang pertama tentang rencana Pemerintah Kabupaten Mura bersama Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, tentang pemasangan patok batas wilayah yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 76 Tahun 2019.

Kemudian yang kedua, melakukan kaji banding ke Rumah Betang Putussibau yang dikelola oleh DAD Kapuas Hulu, untuk mempelajari serta melihat secara langsung bagaimana sistem pengolahan yang menyangkut dengan fungsi dan manfaat atas keberadaan Huma Betang yang memiliki nilai positifnya.

BACA JUGA:   UMK Murung Raya 2022 Ditetapkan Rp3,205.291

Bupati Mura, Perdie M. Yoseph menyampaikan, untuk perihal yang pertama sesuai Permendagri ini terdapat 24 patok batas wilayah antara kedua Kabupaten yang berbatasan secara langsung di Kecamatan Kalis dan Kecamatan Seribu Riam ini.

“Tentu melalui kunjungan kerja ini kami ingin tawarkan agar di tahun 2022 mendatang kita sudah bisa memasang patok batas yang sudah ditetapkan melalui Permendagri nomor 76 tahun 2019,” ungkap Bupati Mura Perdie M Yoseph di acara ramah tamah di Gedung DPRD Kapuas Hulu, Rabu 20 Oktober 2021 kemarin.

Sedangkan perihal yang kedua yakni, melakukan kaji banding ke Huma Betang Putussibau, terkait rencana Pemkab Mura akan membangun Huma Betang di Mura yang akan dilaksanakan secara bertahap mulai dari tahun anggaran 2022 hingga 2023 mendatang.

BACA JUGA:   Pimpin Apel Pakai Sarung, Wabup Mura Minta Santri Ikut Bangun Daerah

“Karena kami ingin membangun huma betang 3T, Termegah, Terbesar dan Terunik yang belum dimiliki daerah lainnya di Kalteng, sehingga kami ingin belajar dan dapat menyaksikan secara langsung atas kedudukan rumah betang yang ada di Putussibau ini,”ungkap Bupati Perdie yang juga sebagai Ketua Umum DAD Mura itu.

Perdie M Yoseph menambahkan bahwa keberadaan Huma Betang ini setidaknya nanti bisa bermanfaat untuk menunjang saran dan prasarana pariwisata dalam persiapan Mura sebagai daerah penyangga ibukota negara apabila IKN sudah menetap di Kabupaten Panajam Paser Utara, Provinsi Kaltim.

(Lulus/beritasampit.co.id)