Modus Nobar Timnas, Guru Ngaji Cabuli Murid Laki-Laki Sampai 8 Kali

Kapolres Tarakan, AKBP Taufik Nurmandia didampingi Kasatreskrim Iptu Muhammad Aldi saat rilis kasus pencabulan seorang guru ngaji terhadap lima murid laki - laki di Mapolres Tarakan, Selasa (18/1). ANTARA/Susylo Asmalyah.

TARAKAN – Satuan Reserse dan Kriminal Polres Tarakan, Kalimantan Utara, mengamankan seorang oknum guru mengaji berinisial AR (27) yang diduga mencabuli lima murid laki – laki.

“Lima anak laki – laki yang dicabuli adalah murid mengaji yang kejadiannya pada 1 Januari 2022 pukul 23.30,” kata Kapolres Tarakan, AKBP Taufik Nurmandia didampingi Kasatreskrim Iptu Muhammad Aldi di Mapolres Tarakan, Selasa 18 Januari 2022.

Modus tersangka AR untuk mencabuli para korban yang berusia antara berusia 13 sampai 16 tersebut di rumah kontrakan dengan mengajak nonton bareng pertandingan Timnas Indonesia.

BACA JUGA:   Polres Barsel Berhasil Gagalkan Peredaran Sabu 98,94 Gram

Kemudian ada korban lima orang dipanggil satu persatu ke dalam toilet kemudian melakukan aksi pencabulan.

“Pelaku melakukan aksi kepada para korban ada yang satu kali, dua kali bahkan ada yang sampai delapan kali,” kata Taufik.

Sementara itu, Aldi menambahkan bahwa tersangka AR selain sebagai guru ngaji juga guru di salah satu SMP swasta di Tarakan.

“Saat melakukan interogasi kepada yang bersangkutan (AR), dia mengakui perbuatan cabul terhadap lima korban anak laki – laki,” kata Aldi.

BACA JUGA:   Simpan Sabu-Sabu 2,79 Gram di Rumah, Tuyul Dibawa ke Polres Barito Utara

Saksi yang saat ini sudah diperiksa sebanyak enam orang dari berbagai pihak termasuk dari keluarga korban maupun tetangga dari kontrakan tersebut.

Sebelumnya tiga korban dari pencabulan tersangka AR melaporkan kepada pihak keluarganya, selanjutnya keluarga korban melaporkan ke Polres Tarakan.

Penangganan korban saat ini, pihak Polres Tarakan sudah bersurat kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk melakukan pendampingan terhadap para korban.

Serta koordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Tarakan yang dilibatkan untuk penangganan psikologinya. (Antara/beritasampit.co.id).