Di Kobar Banyak Obyek Wisata, Kedepannya Mampukah Meningkatkan PAD

Ilustrasi_Kang Maman Wiharja

Opini: Maman Wiharja (Wartawan beritasampit.co.id)

SANGAT bersyukur, ternyata Wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) yang berjuluk ‘Bumi Marunting Batu Aji’ ( Bumi penuh Kejayaan ), kaya dengan potensi obyek wisatanya, karena saat ini di pelosok wilayah enam kecamatan bermunculan titik-titik panorama indah penuh dengan pesona pandang. Tapi dari sekian banyak obyek wisata mampuhkan Dinas Pariwisata Kabupaten Kobar kedepannya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sekjak dekade Bupati Kobar terdahulu, sudah banyak nama lokasi wisata yang gencar dipromosikan, bahkan belakangan ini dimasa kepemimpinan Bupati Kobar yang terakhirpun, sejumlah obyek wisata terus dipromosikan melalui berbagai kegiatan pada even-even nasional.

Dari berbagai upaya yang telah dilakukan Dinas Pariwisata Kabupaten Kobar, baru-baru ini tersebutlah 2 nama obyek wisata, masing-masing di Desa Pasir Panjang Kecamatan Arut Selatan dan Desa Riam Uak Panahan Kecamatan Arut Utara masuk dalam nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2022.

Telah masuk nominasi kategori API Award 2022

Dua destinasi wisata masuk nominasi API Awarda 2022, setelah pihak panitia melalui surat yang ditujukan kepada seluruh kabupaten/kota yang mengikuti ajang API Award 2022 dan melalui instagram API Award pada Mei 2022, untuk Kobar kategori Destinasi Baru yaitu Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan dan kategori Surga Tersembunyi yaitu Riam Uak Panahan, Desa Panahan, Kecamatan Arut Utara.

BACA JUGA:   Desa Sei Sekonyer Sebagai Penyangga TNTP Masuk Nominasi peraih ADWI

Berbagai informasi tentang banyaknya obyek wisata yang masih terpendam, juga disampaikan oleh sejumlah Anggota Dewan yang telah reses/kunjungan kerjanya kebeberapa pelosok desa. Walhasil saat ini titik-titik nama obyek wisata di wilayah Kabupaten Kobar, semakin banyak bermunculan.

Pengamatan penulis, dari sekian banyaknya nama-nama obyek wisata di Kabupaten Kobar, untuk kedepannya jangan jadi ‘Slogan’, tapi harus bisa menghasilan Pendapatan Asli Daerah (PAD) termasuk menambah perekonomian masyarakat sekitar lokasi obyek wisata.

Memang cukup ironis, kalau dari sekian banyaknya obyek wisata di Kobar hanya menghasilkan ‘Piagam’ doang, sebut saja dari Kementerian terkait, sehingga nama Kabupaten Kobar dikancah prestasi nasional berkibar. Tapi ? hasilnya untuk masyarakat atau untuk PAD, masih jauh dibawah target ?.

Pengamatan penulis, untuk meningkatkan PAD melalui sekotor Pariwisata kedepannya, antaralain Pemkab Kobar harus meningkatkan sarana dan prasarana di Dinas Pariwisata. Juga para karyawannya harus bangkit menggali, program-program baru, tentang bagaimana caranya Sektor Pariwisata menjadi salah satu unggulan terbanyak memasukan PAD (Pendapatan Asli Daerah).

BACA JUGA:   Desa Sei Sekonyer Sebagai Penyangga TNTP Masuk Nominasi Peraih ADWI 2022

Dan sejumlah lokasi obyek wisata yang ‘slogannya’ sudah banyak dipromosikan, pengamatan penulis kedepannya jangan sampai hanya tinggal ‘Papan Nama’. kedepannya harus menjadi prioritas pengembangan yang tentunya dilengkapi dengan sarana fasilitas pendukung . Karena Kabupaten Kobar, sudah lengkap dengan berbagai sarana transportasi, darat, laut dan udara. Dan sejak lama Kobar, telah menjadi magnit wisata para turis dunia.

Seperti jalan masuk kelokasi obyek wisata ditingkatkan, kemudian dibangun sarana fisik, seperti taman permainan anak-anak. Bahkan, bila perlu Dinas Pariwisata memburu bola, mencari insvektor ( pihak ketiga ), dengan sejumlah Perusahaan Besar Swasta (PBS), misal membangun Bungalow atau Pasanggarah disejumlah lokasi Obyek Wisata yang menjadi unggulan di Kabupaten Kobar.

Seperti, halnya di Obyek Wisata Dunia Taman Nasioanl Tanjung Puting (TNTP), sejak lama sudah dibangun sejumlah rumah (Pasanggrahan) untuk para pengunjung yang berkreasi dengan keluarganya, karena ‘daya beli’ warga Kabupaten Kobar sangat tinggi. Kenapa lokasi obyek wisata diluar TNTP, tidak bisa seperti TNTP ?.SEMOGA*****