Bunda Literasi Kecamatan se-Gunung Mas Dikukuhkan

M.SLH/BERITA SAMPIT - Bunda Literasi Kabupaten Gunung Mas, Mimie Mariatie Jaya Samaya Monong saat mengukuhkan Bunda Literasi Kecamatan di aula Hotel Zefanya Kula Kurun. Kamis 2 Desember 2022.

KUALA KURUN – Bunda Literasi Kecamatan di Kabupaten Gunung Mas harus mampu bersinergi dengan para penggiat literasi setempat, terutama dalam melaksanakan program- program yang menunjang akan budaya baca di desa-desa.

Hal tersebut disampaikan oleh Bunda Literasi Kabupaten Gunung Mas Kalimantan Tengah (Kalteng) Mimie Mariatie Jaya Samaya Monong saat memberikan sambutan pada acara pengukuhan Bunda Literasi Kecamatan yang dilaksanakan di aula Hotel Zefanya Kula Kurun, Kamis 2 Desember 2022.

“Saya menyambut positif terlaksananya Pengukuhan Bunda Literasi Kecamatan, sebagai sebuah langkah awal yang baik, bagi terbangunnya sinergi seluruh elemen, dalam rangka menumbuh kembangkan semangat literasi masyarakat,” terang Mimie Mariatie Jaya Samaya Monong.

“Saya berharap Bunda Literasi Kecamatan mampu bersinergi dengan para pengiat iterasi setempat, terutama dalam melaksanakan program- program yang menunjang akan budaya baca di desa-desa,” sambungnya.

Lebih lanjut dikatakannya, dengan adanya pengukuhan bunda literasi kecamatan diharapkan mampu mempercepat budaya membaca dikalangan masyarakat, terutama generasi muda dan anak-anak.

“Saya berharap, keberadaan bunda literasi kecamatan akan menjadi motivator bagi anak-anak kita untuk gemar membaca ke perpustakaan,” ungkapnya.

BACA JUGA:   Berbagai Kegiatan Warnai Peringatan Hari Ibu di Gunung Mas

Dijelaskanya, bunda literasi kecamatan menjadi sistem pendukung program peningkatan minat baca dan kemampuan literasi masyarakat Kabupaten Gunung Mas.

Untuk itu, setelah dikukuhkan pada hari ini, saya minta Bunda Literasi Tingkat Kecamatan untuk dapat segera bergerak membentuk jejaring komunikasi dan koordinasi di wilayah masing-masing, dari tingkat desa, RW, Rt hingga tingkat unit terkecil yaitu rumah tangga/keluarga,” ungkapnya.

Disebutkannya, keluarga sebagai salah satu unit terkecil yang ada dimasyarakat dapat menjadi kunci untuk membangun kemampuan literasi. Peran ibu sebagai perpustakaan pertama bagi anak-anak sangat strategis dalam mendorong pengembangan kegemaran membaca terhadap anak.

“Keluarga merupakan miniature pendidikan utama dalam menstimulus pola perkembangan anak, baik dari aspek intelektual, emosional maupun spiritual” tutup Mimie Mariatie Jaya Samaya Monong.

Sementara itu, Wakil Bupati Gunung Mas, Efrensia L.P Umbing menjelaskan bahwa, untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang dasar negara Republik Indonesia tahun 1945, perlu adanya upaya kolektif melalui pembudayaan kegemaran membaca.

BACA JUGA:   Pemkab Gumas Gelar Bimtek Penyusunan Laporan Keuangan Dengan Aplikasi SIMDA Next-G/FMIS

“Untuk mendukung kegemaran membaca, maka perlu partisipasi aktif masyarakat melalui pegiat literasi, sehingga tercipta masyarakat berpengetahuan, inovatif, kreatif dan produktif,” terang Efrensia L.P Umbing

Dikatakannya, penggiat literasi adalah seseorang yang memiliki kemampuan Literasi yang dipilih sebagai panutan, motivator, inspirator, katalisator, dan Influencer dalam upaya mempromosikan gemar membaca.

“Dengan dikukuhkannya Bunda Literasi Kecamatan Se Kabupaten Gunung Mas, maka saya harapkan bersama-sama untuk membangun kemampuan literasi Kabupaten Gunung Mas yang kita cintai bersama ini,” sebutnya.

Dengan adanya Bunda Literasi kecamatan ini guna bisa memberikan arahan, motivasi, serta mendorong bagi peningkatan minat, kegemaran dan budaya baca. Sehingga terwujud figur Literasi yang berperan sebagai garda terdepan untuk menghidupkan budaya literasi, baik dilingkungan keluarga, pendidikan maupun masyarakat.

“Maka tercipta generasi yang cerdas, kreatif dan inovatif untuk menuju Gunung Mas Smart SDM dan terwujudnya Visi dan Misi Kabupaten Gunung Mas yaitu Meningkatkan Kualitas Pembangunan Human Resouce SDM,” tutup Efrensia LP Umbing. (Ale).