Pembangunan Pendidikan Penting Guna Optimalkan Bonus Demografi

Anggota DPR RI dari fraksi Golkar Dapil Kalimantan Tengah Mukhtarudin

JAKARTA– Anggota DPR RI Mukhtarudin menilai bahwa agar bonus demografi Indonesia berdampak positif bagi kemajuan bangsa tentu harus menyiapkan generasi yang cerdas, terampil, dan berdaya saing.

Artinya, menurut Mukhtarudin, pembangunan pendidikan sangat penting guna mengoptimalkan bonus demografi agar berdampak positif pada kemajuan bangsa di masa mendatang.

“Ini yang harus diupayakan pemerintah dengan langkah-langkah yang sistemik,” tandas Mukhtarudin, Senin 1 April 2024.

Untuk itu, politisi Golkar Dapil Kalimantan Tengah ini berharap ada kemudahan akses pendidikan yang perlu ditingkatkan secara konsisten agar merata di seluruh tanah air.

“Dengan demikian, bonus demografi yang dimiliki mampu berperan signifikan dalam proses pembangunan,” imbuh Mukhtarudin.

Peraih penghargaan Tokoh peduli Daerah Terbaik Teropong Parlemen Award 2023 ini mengatakan problem pemerataan pendidikan harus mampu dijawab melalui sistem pendidikan.

BACA JUGA:   Keterwakilan 30 Persen Perempuan di Parlemen Masih Sebatas Asa, Legislator Golkar Bilang Begini!

Dalam hal ini, lanjut Mukhtarudin, pemerintah perlu menyediakan kesempatan yang luas kepada seluruh warga negara dalam memperoleh pendidikan.

“Apalagi pendidikan merupakan bagian dari proses pembangunan sumber daya manusia (SDM) nasional,” pungkas Mukhtarudin.

Diketahui, Pemerintah Indonesia sendiri memiliki misi di bidang pendidikan yaitu meratakan pendidikan berkualitas dalam mencapai Indonesia Emas 2045 yang telah tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045.

Upaya tersebut didasarkan pada beberapa indikator seperti hasil pembelajaran, Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi, serta serapan lulusan pendidikan menengah dan tinggi di bidang keahlian.

BACA JUGA:   Lifting Migas Terus Menurun, Maman Golkar: PHE Belum Mampu Berkontribusi Terhadap Negara

Untuk hasil pembelajaran dilihat melalui rata-rata skor Programme for International Student Assessment (PISA) yaitu membaca di level 371, matematika di level 379 dan Sains di level 396.

Hasil pembelajaran turut dilihat dari rata-rata lama sekolah penduduk usia lebih dari 15 tahun yang di level 8,59 serta harapan lama sekolah yang kini di level 13,08.

Untuk APK Pendidikan Tinggi capaian saat ini di level 31,18 persen dengan target sasaran pada 2045 mencapai 60 persen, sedangkan serapan pekerja lulusan pendidikan menengah dan tinggi yang bekerja di bidang keahlian menengah tinggi ditargetkan mencapai 75 persen pada 2045.

(adista)